YEAY, si kecil sudah semakin besar, mereka siap masuk ke lingkungan baru, bermain dan belajar di sekolah bersama teman-temannya. Ibu pun ikut senang karena kepandaian anak akan semakin bertambah saat memasuki usia lima tahun.
Ketika pertama kali sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), anak-anak dan orangtua sangat gembira, meski beberapa anak ada yang menangis. Tapi, ibu lebih bahagia. Sebab ibu mana yang tidak bahagia karena perjalanan hidup anak di dunia baru segera dimulai.
Namun, kebahagiaan itu tidaklah utuh. Menemani anak menjalani kehidupan barunya ternyata tak semudah yang dibayangkan. Khususnya bagi para ibu baru yang akan mengalami hal baru pula. Tak jarang hal tersebut membuat mereka gila dan benci. Melansir dari Popsugar, Selasa (22/8/2017) para ibu mengalami sekelumit masalah ketika mengawal anak masuk sekolah untuk pertama kalinya. Berikut di antaranya.
Baca Juga: Serunya Punya Anak Perempuan, Ibu Bisa Jalin Ikatan Lebih Erat seperti Sahabat
Bangun pagi
Yup, sekolah TK dimulai pagi hari. Berarti para ibu harus bangun lebih awal, menyiapkan sarapan, makanan bekal ke sekolah, memandikan si kecil, memakaikan bajunya, menyiapkan diri sendiri, lalu mengantar ke sekolah. Apalagi anak tak mungkin bangun jika ibu belum membangunkan.
Saat mengantar ke sekolah
Bagi ibu tak bekerja, bermacet-macet di jalanan dan naik bus itu sangat menyiksa. Mereka tidak biasa menghadapi kemacetan bahkan sambil membawa anak yang masih rewel karena mengantuk.
Berpisah di depan gerbang
Mungkin ini sedikit berlebihan. Tapi, bagi ibu yang tidak biasa mereka pasti sedih harus berpisah beberapa jam saja dari anaknya. Anak masuk ke kelas sementara ibu hanya bisa mengantar sampai gerbang dan menunggu di luar sampai beberapa jam kemudian. Ibu harus meyakinkan diri kalau anaknya aman dan baik-baik saja di dalam.
Terlibat kegiatan sekolah
Bagi ibu yang suka bersosialisasi mungkin awalnya senang mengikuti perkumpulan orangtua di sekolah. Tapi itu hanya sebentar, tak lama perkumpulan sosial justru menambah daftar pekerjaan. Selanjutnya cukup banyak ibu yang menyesal.
Baca Juga: Apa Sebenarnya Makna 'Loli', yang Bikin Nafa Urbach Ngamuk: "Dimana Rumah Kamu?"
Mendapat pengaduan
Orangtua biasanya diberi banyak informasi tentang apa yang terjadi oleh anak selama di tempat prasekolah atau penitipan anak (baik dari guru dan anak-anak). Apakah informasi itu dapat membuat Anda tersenyum? Ya, perkembangan anak tidak selalu optimal. Terkadang prestasi anak menurun saat suasana hati sedang tidak enak. Untuk para ibu bersemangatlah mendorong anak-anak agar giat di sekolah.
(Vien Dimyati)