(Baca Juga: Hati-Hati Ayah, Minuman Berenergi Pengaruhi Kesehatan Mental Anak)
Mereka menyimpulkan, dari hasil penelitian didapati bahwa subjek penelitian yang biasa meminum-minuman berkafein tinggi tersebut kemudian memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi kecanduan kokain, alkohol, atau zat terlarang lainnya dibandingkan dengan siswa yang tidak mengkonsumsi minuman ini.
Amelia Arria, seorang profesor dan penulis studi tersebut menjelaskan bahwa penelitian ini adalah salah satu yang menghubungkan kontribusi sebenarnya dari konsumsi minuman energi ini dengan pelecehan yang kerap terjadi. Perlu Anda ketahui juga, Amelia bekerja sebagai anggota Center for Young Adult Health and Development (CYAHD) untuk studi ekstensif ini.
(Baca Juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh setelah Menenggak Minuman Berenergi)
Pada penelitian sebelumnya dari para periset CYAHD, diketahui bahwa kelebihan konsumsi minuman energi dikaitkan dengan perilaku minum yang tinggi dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang lainnya. Tapi dijelaskan Amelia, penelitian kali ini yang pertama untuk mengukur koneksi dari dua hal tersebut.