Lebih lanjut, peneliti menjelaskan bahwa timnya melihat genom gajah Afrika untuk perubahan onkogen dan gen supresor tumor. Onkogen dapat menyebabkan sel tumbuh di luar kendali sementara gen supresor tumor memperlambat pembelahan sel. Ini adalah dua jenis utama gen yang berperan dalam kanker dan dapat membantu menjelaskan mekanisme potensial resistensi kanker pada gajah.
Analisis pun dikeluarkan. Yang mana, hasilnya mengungkapkan bahwa gajah mengekspresikan banyak gen tambahan yang berasal dari gen supresor tumor kritis TP53. TP53 disebut "Guardian of the Genome" karena kemampuannya melindungi sel dari akumulasi kanker yang menyebabkan mutasi.
Gen TP53 merespons kerusakan DNA atau pra-kanker, dengan menghentikan sel dari pembelahan sampai DNA dapat diperbaiki dengan sendirinya. Jika sel tidak bisa memperbaiki DNA, maka TP53 menyebabkan sel mati melalui proses yang disebut apoptosis. Mengorbankan sel yang rusak mencegah perambatan sel dengan mutasi yang bisa menyebabkan kanker.
Orang dengan Sindrom Li-Fraumeni memiliki mutasi pada satu salinan gen TP53 mereka, dengan risiko bertahan lebih dari 90% untuk mengembangkan kanker. Tingginya tingkat kanker yang terkait dengan disfungsi TP53 ini menggambarkan peran penting yang dimainkan TP53 dalam melindungi kita dari kanker.
(Helmi Ade Saputra)