Dari Gajah, Ternyata Manusia Bisa Belajar Pencegahan Kanker

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 12 Agustus 2017 09:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Time)
Share :

Peto mengusulkan agar pertimbangan evolusioner dapat menjelaskan perbedaan kejadian kanker sel per spesies. Ketika membandingkan tingkat kanker pada tikus dan manusia, dia menyatakan bahwa manusia berkembang menjadi lebih besar dan hidup lebih lama sepanjang sejarah evolusioner.

Tapi, gajah berevolusi untuk melawan kanker. Resistansi kanker yang mengejutkan ini ditemukan pada hewan berumur panjang yang lebih besar, seperti gajah. Prinsip ini dikenal sebagai Paradoks Peto.

"Kami menunjukkan bahwa kematian akibat kanker tidak meningkat dengan ukuran tubuh atau rentang hidup. Sebenarnya, kami mengamati bahwa beberapa hewan bertubuh besar dan usia hidupnya lebih lama dapat menyebabkan lebih sedikit kanker," kata peneliti seperti dikutip dari laman The Conversation, Sabtu (12/8/2017).

(Baca Juga: Nikah di Bawah Usia 21 Tahun, Perempuan di Indonesia Terancam Kanker Serviks)

Peneliti juga menghitung angka kematian kanker gajah kurang dari 5%, dibandingkan dengan tingkat kematian akibat kanker manusia sebesar 11% sampai 25%.

Gajah sendiri diketahui memiliki kemampuan melawan kanker sejak 55 juta tahun yang lalu. Dengan data tersebut, menjadi bekal tersendiri bagi peneliti untuk mengetahui lebih lanjut terkait usaha gajah dalam melawan kanker. Serta mengembangkan perawatan kanker yang efektif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya