TERNYATA Bali tidak hanya memiliki Gunung Agung dan Gunung Batur saja, tetapi juga ada Gunung Catur yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Panoramanya pun masih natural.
Gunung Catur ini memiliki puncak tertinggi di Bali dengan ketinggian 2069 MDPL. Maka jangan heran untuk trekking ke gunung tersebut membutuhkan perjuangan yang cukup menegangkan. Namun, saat berada di puncak, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan awan menyelimutinya.
(Baca Juga: SHARE LOC: Jelajahi 4 Destinasi Wisata Keren di Tabanan, dari Pura hingga Taman Kupu-Kupu)
Uniknya, selama saat berada di puncak, Anda bisa menemukan sebuah pura di balik hutan-hutan. Pura tersebut adalah Pura Pucak Mangu. Pura yang sudah dibangun sejak sebelum masa penjajahan di Indonesia. Relief nya saja begitu menyiratkan suasana tempo doloe saat masih di zaman megalitikum.
(foto: Instagram/@yogamahhendra)
Selain pura, wisatawan juga bisa menemukan dua pohon keramat yang menyimpan kisah mistis. Pohon tersebut dinamakan pohon kembar, berdasarkan penuturan warga sekitar, kedua pohon tersebut merupakan jalan pintas untuk menuju Pura Pucak Mangu. Namun belum ada yang mencoba menelusuri jalurnya.
(Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Trip Asyik nan Menegangkan ke Air Terjun Sekumpul Bali)
Sepanjang perjalanan, Anda akan ditemani dengan rombongan monyet yang bergelantungan. Sebab itu, dihimbau untuk selalu menjaga barang Anda karena mereka juga buas seperti monyet pada umumnya di Bali.
(Baca Juga: SHARE LOC: Aktivitas Asyik untuk yang Bosan Main ke Pantai di Bali)
Sebelum mencapai puncak, Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangam danau volkano yang luar biasa cantik. Angin semilir dan tenangnya air danau tersebut membuat perjalanan akan semakin menyenangkan.
(Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Menjamah Air Terjun Tersembunyi Tukad Cepung di Bali)
Meski begitu, saat mendaki lebih baik menggunakan jasa pemandu wisata agar Anda tidak tersesat karena Gunung Catur sendiri belum banyak dikunjungi wisatawan. Sampah saja masih jarang ditemukan karena destinasi ini masih sangat asri dan wajib dicoba ketika berkunjung ke provinsi yang dipimpin I Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta.