Berkaca pada Suami yang Miliki Parkinson, Perempuan Ini Berhasil Turunkan Berat Badan hingga 32 kg

Tiara Putri, Jurnalis
Kamis 27 Juli 2017 12:15 WIB
Sukses Diet (Foto: Health)
Share :

BANYAK orang yang memilih menyalurkan rasa stres atau ketidakbahagiaannya ke makanan. Tidak terkecuali Marie Byrne, seorang perempuan berusia 42 tahun yang tinggal di Inggris. Dia mengatakan dirinya adalah pemakan emosional, saat sedang bahagia, sedih, atau marah dia selalu makan. Terlebih suaminya tidak keberatan apabila dia memiliki kelebihan berat badan.

“Bila Anda tinggal dengan seseorang yang tidak mendukung apa yang Anda lakukan, itu akan mendorong Anda melakukan hal lain tanpa sepengetahuannya. Contohnya apabila saya dilarang untuk makan banyak, saya akan lebih memilih untuk take away makanan ketika suami saya sedang tidak ada. Secara tidak sadar, hal itu tetap saja membuat berat badan saya bertambah,” tutur Byrne seperti yang dikutip dari Health, Kamis (27/72017).

Lebih mudah bagi Byrne untuk menghadapi kenyataan berat badannya bertambah apabila dia makan tanpa tekanan. Byrne adalah seorang ibu yang memiliki dua anak laki-laki dan berat badannya pernah mencapai 100 kg. Suatu hari Byrne tersadar dan mulai mempertimbangkan secara serius implikasi kesehatan yang bisa terjadi akibat berat badan berlebih.

Baca Juga: Khasiat Petroleum Jelly untuk Memperbaiki Kulit Ekstra Kering

Walaupun tidak sampai mengidap penyakit serius, Byrne mulai khawatir karena tekanan darahnya tinggi. Terlebih dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa dia bisa mengalami serangan jantung atau stroke kapan saja. Dia teringat ibunya mengalami stroke di saat usianya yang masih sangat muda dan membuat keluarganya takut. Byrne tidak ingin mengalami hal yang sama dan menakuti anaknya.

Byrne mulai melakukan latihan yang dicontohkan oleh Jillian Michaels melalui aplikasi olahraga. Dia mengatakan gerakan-gerakan itu memainkan peran penting dalam penurunan berat badannya. “Gerakannya memang tidak mudah tapi saya tidak mau menyerah. Hal itu dikarenakan saya merasa memiliki energi, stamina, dan kekuatan batin yang sebelumnya tidak saya ketahui,” kata Byrne.

Baca Juga: Wih! Segarnya Nikmati Keindahan Pantai Sambil Makan Rujak Natsepa di Ambon

Selain berolahraga, dia mulai merombak dietnya. Byrne memutuskan untuk menghitung kalori makanan yang dikonsumsinya. Dia menghindari makanan yang memiliki banyak kalori dan dirasanya tidak perlu. Byrne mulai memastikan dirinya makan tiga kali sehari. Sebelumnya dia tidak pernah sarapan dan makan dalam porsi besar di siang hari serta rajin mengonsumsi junk food.

Byrne juga mengurangi porsi makannya walaupun awalnya dia ragu porsi itu bisa mengenyangkannya. Kebiasaan baru yang dilakukannya adalah olahraga setiap jam 5 pagi sebelum memulai aktivitas. Setelah berusaha dengan sangat keras, berat badannya sudah turun sebanyak 32 kg.

Baca Juga: Yuk Berenang dalam Gerbong Kereta Api, Berani Coba?

“Terkadang saya merasa sangat lelah. Tapi begitu teringat apa yang sudah saya lakukan dan bagaimana manfaatnya, saya benar-benar percaya bahwa itu telah mengubah hidup saya. Pemikiran itu terus mendorong saya untuk terus maju,” pungkas Byrne.

Motivasi lainnya adalah saat melihat suaminya yang lebih hidup sehat dibanding dirinya terkena penyakit Parkinson. Byrne ingin hidup lebih lama bersama pasangan jiwanya itu sebab dia yakin suaminya pasti akan membutuhkannya. Dia ingin lebih kuat untuk suaminya karena tidak tahu dampak Parkinson di kemudian hari.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya