BANYAK orang yang memilih menyalurkan rasa stres atau ketidakbahagiaannya ke makanan. Tidak terkecuali Marie Byrne, seorang perempuan berusia 42 tahun yang tinggal di Inggris. Dia mengatakan dirinya adalah pemakan emosional, saat sedang bahagia, sedih, atau marah dia selalu makan. Terlebih suaminya tidak keberatan apabila dia memiliki kelebihan berat badan.
“Bila Anda tinggal dengan seseorang yang tidak mendukung apa yang Anda lakukan, itu akan mendorong Anda melakukan hal lain tanpa sepengetahuannya. Contohnya apabila saya dilarang untuk makan banyak, saya akan lebih memilih untuk take away makanan ketika suami saya sedang tidak ada. Secara tidak sadar, hal itu tetap saja membuat berat badan saya bertambah,” tutur Byrne seperti yang dikutip dari Health, Kamis (27/72017).
Lebih mudah bagi Byrne untuk menghadapi kenyataan berat badannya bertambah apabila dia makan tanpa tekanan. Byrne adalah seorang ibu yang memiliki dua anak laki-laki dan berat badannya pernah mencapai 100 kg. Suatu hari Byrne tersadar dan mulai mempertimbangkan secara serius implikasi kesehatan yang bisa terjadi akibat berat badan berlebih.
Baca Juga: Khasiat Petroleum Jelly untuk Memperbaiki Kulit Ekstra Kering
Walaupun tidak sampai mengidap penyakit serius, Byrne mulai khawatir karena tekanan darahnya tinggi. Terlebih dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa dia bisa mengalami serangan jantung atau stroke kapan saja. Dia teringat ibunya mengalami stroke di saat usianya yang masih sangat muda dan membuat keluarganya takut. Byrne tidak ingin mengalami hal yang sama dan menakuti anaknya.
Byrne mulai melakukan latihan yang dicontohkan oleh Jillian Michaels melalui aplikasi olahraga. Dia mengatakan gerakan-gerakan itu memainkan peran penting dalam penurunan berat badannya. “Gerakannya memang tidak mudah tapi saya tidak mau menyerah. Hal itu dikarenakan saya merasa memiliki energi, stamina, dan kekuatan batin yang sebelumnya tidak saya ketahui,” kata Byrne.
Baca Juga: Wih! Segarnya Nikmati Keindahan Pantai Sambil Makan Rujak Natsepa di Ambon