BALI banyak dipilih wisatawan dunia sebagai tempat liburan karena kehadiran budayanya. Menemukan keindahan budaya juga tidak sulit, coba saja berpetualang di kawasan Tampak Siring.
Wilayah yang berada di daerah dataran tinggi ini memiliki ragam atraksi sejarah yang kental dengan budaya Hindu di Provinsi yang dipimpin oleh I Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta ini bisa ditemukan di sepanjang jalan.
Tirta Empul dan Gunung Kawi adalah contoh destinasi wisata budaya terbaik yang bisa Anda kunjungi. Kedua lokasi ini begitu terkenal di dunia, para pesohor mancanegara pun tak segan untuk belajar dan melihat langsung ritual budaya yang dijalankan masyarakat Hindu di sana.
Suasana alam yang masih asri dan hijau juga bisa ditemukan di sini. Anda akan terkesima bahkan akan lupa waktu ketika liburan di Tampak Siring. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan seperti rangkuman Okezone.
Istana Tampak Siring
(foto: Instagram/@roccoadrian7)
Saat Anda menginjakkan kaki di Tirta Empul, cobalah mampir sejenak di istana kepresidenan yang berada di puncak bukit dalam area pura. Istana yang bergaya rumah modern ini merupakan tempat singgah Ir. Sukarno setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden pertama Indonesia itu juga turut membangun istana dengan kemampuan teknik sipilnya.
Seperti rumah Sukarno pada umumnya, ia juga membawa benda-benda seni yang disukainya untuk dijadikan pajangan. Ada lukisan-lukisan yang kini masih bisa Anda lihat dan benda tersebut menjadi kesukaan dari beliau. Kini, istana kepresidenan masih bisa digunakan untuk menerima tamu-tamu kenegaraan ketika berkunjung ke Bali.
Pura Gunung Kawi Sebatu
(foto: Instagram/@noriko_koko)
Pura Gunung Kawi yang berada di kawasan Sebatu bisa menjadi destinasi wisata Anda selanjutnya ketika berada di Tampak Siring. Anda bisa menikmati suasana kental budaya Hindu dengan nuansa natural dengan kehadiran kolam ikan koi dan pepohonan besar. Lokasi ini banyak dijadikan tempat meditasi karena suasananya yang damai oleh sebagian wisatawan menata negara.
Selain itu, pura ini juga menjadi salah satu tempat beribadah tertua di Bali. Pura tersebut ditemukan antara 1300 Masehi hingga 1500 Masehi, dibangun oleh Maharishi Markandeya ketika masa pemerintahan Majapahit. Lokasi ini juga menjadi salah satu fondasi tersebarnya agama Hindu di Nusantara kala itu.
Menikmati kopi di Segara Windhu
(foto: Instagram/@chechands)
Jika Anda ingin belajar lebih dalam mengenai proses pengelolaan kopi, Anda wajib sekali untuk berwisata di sini. Anda bisa melihat beragam jenis kopi di nusantara termasuk luwak. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat proses biji kopi diubah menjadi bubuk dengan cara tradisional.
Setelah puas belajar mengenai kopi, Anda bisa menikmati sedapnya kopi yang baru dipetik dengan rasa begitu autentik dan segar. Anda juga bisa menikmati seruputan kopi dengan nikmat di tengah suasana perkebunan yang sejuk dan natural. Bagaikan tengah berada di pedesaan.