KASUS kematian karena bunuh diri terus meningkat. Belum lama kabar bunuh diri mantan kekasih Selebgram Awkarin, Jumat dini hari waktu Amerika, vokalis Linkin Park Chester Bennington pun melakukan hal serupa.
Apakah bunuh diri menjadi pilihan terbaik untuk lupakan depresi? Tentu jawabannya tidak. Namun, ada beberapa faktor memang yang dapat memperburuk depresi tersebut. Dan pada sebagian orang, kondisi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cerdas, sehingga mengakhiri nyawa dengan jalan pintas pun dipilih.
Lalu, bagaimana sebenarnya mengatur kondisi mental tersebut? Salah satunya dengan berpikiran positif dan memiliki lingkungan yang positif. Tak bisa dipungkiri, manusia sekarang "doyan" ngeluh. Masalah kecil saja bisa sampai besar bila tidak bisa disikapi dengan benar.
Menurut Stanford University, orang yang menganggap dirinya kurang sehat daripada yang lain memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Dilansir dari Dailymail, terdapat studi yang dipublikasikan di Health Psychology, bagaimana pikiran, perasaan dan kepercayaan Anda terhadap suatu hal, memiliki dampak langsung terhadap kesehatan.
Para ahli mengatakan, itu menunjukkan bahwa Anda harus memprioritaskan perasaan dan pikiran positif. Dengan begitu, kesehatan Anda pun akan menjadi lebih baik.