“Ketika Anda dilahirkan pertama kali, Anda dibungkus dengan selembar pakaian, sebagian besar berwarna putih. Dan begitu Anda meninggal, Anda juga melakukan hal yang sama. Ibadah haji bukan perkara busana melainkan pikiran, perilaku, dan semuanya perlu berubah,” kata Nasif.
Selain menggunakan busana ihram, jamaah haji juga menanggalkan sepatu mahal dan bermerek mereka. Baik pria atau wanita hanya menggunakan sandal atau alas kaki model flip flop.
Busana ihram akan terus digunakan selama pelaksanaan haji hingga proses Tawaf berakhir dan jamaah haji melalui proses pencukuran rambut (tahalul). Jika sudah, mereka akan kembali ke hotel dan mengganti busana seperti biasanya, lalu meninggalkan kota Makkah menuju tanah airnya.
(Dinno Baskoro)