ADA banyak kesalahpahaman tentang depresi. Banyak orang yang menganggap bahwa untuk mengatasi depresi hanya dengan merubah suasana hati, cara berpikir, dan ketidakseimbangan cairan di otak. Mereka yang menderita major depressive disorder (MDD) membutuhkan cara yang lebih dari sekadar itu.
Hal ini membuat para ilmuwan menemukan cara inovatif untuk mengobati depresi. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah Emotional Faces Memory Task (EFMT) yang dikembangkan oleh dua peneliti dari Icahn School of Medicine. Peneliti mengidentifikasi emosi pada pasien dengan berbagai ekspresi wajah.
Meskipun kedengarannya sederhana, EFMT bertujuan untuk menyeimbangkan amigdala hiperaktif dengan korteks prefontal, bagian otak yang membuat keputusan terhadap informasi yang masuk. Selama tahap pengujian alat, gejala depresi pada pasien yang menggunakan EFMT berkurang lebih dari 40%.
Menurut pemimpin penelitian, Dr Brian Iacoviello, cara kerja metode ini sama baiknya dengan terapi obat. Malah cara ini memberikan rute pengobatan yang jauh lebih aman dan tidak mengganggu pasien.
Sementara itu, menurut Harvard Medical School, sel dan fungsi syaraf memainkan peran penting dalam MDD. Studi baru ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki MDD membutuhkan metode pengobatan yang lebih baik dari pada obat anti depresan. Agar bisa mengatur emosi lebih baik, identifikasi emosi pada wajah bisa menjadi salah satu caranya.
Dilansir dari Fox News, Kamis (13/7/2017), biasanya metode yang digunakan untuk mengatasi depresi berat adalah mengonsumsi antidepresan dan psikoterapi.
(Helmi Ade Saputra)