"Saya tidak bisa mengembalikan waktu dan saya hanya bisa mengharapkan (anak perempuan saya) menjadi lebih baik," kata ibu korban. Menurut sang ibu, anak tersebut makan hamburger di sebuah gerai McDonald's di Provinsi Gyeonggi dan jatuh sakit sekitar 3 jam kemudian.
Dia dibawa ke unit perawatan intensif tiga hari kemudian, di mana dia didiagnosis menderita HUS, penyakit bawaan makanan yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Anak itu dipulangkan dari rumah sakit dua bulan kemudian, namun telah kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya.
Dilaporkan terpisah, perwakilan McDonald's membantah adanya hubungan antara produk dan penyakit anak tersebut, dengan mengatakan bahwa daging tersebut dimasak dengan mesin untuk menghilangkan kesalahan manusia.
Pengacara tersebut meminta jaksa penuntut untuk mencari rekaman CCTV di dapur pada hari itu sebagai bukti.
Penyakit ini disebut "hamburger disease" karena sering disebabkan oleh bakteri dalam daging yang terkontaminasi dan biasanya berkembang pada anak-anak. Gejala penyakitnya meliputi diare berdarah, sakit perut, dan muntah.
(Helmi Ade Saputra)