JAKARTA tahun ini sudah memasuki usia ke-490 sebagai pusat pemerintahan Indonesia sekaligus kota megapolitan. Namun, di balik kemegahan tersebut ada sisa bangunan bersejarah yang hilang, yakni stasiun pertama di Jakarta.
Memang selama ini Stasiun Jakarta Kota dikenal sebagai stasiun tertua di Jakarta. Padahal sebelumnya sudah ada sebuah stasiun yang berada tak jauh dari Jakarta Kota.
Stasiun tersebut kini sudah hanyalah tinggal nama karena bentuk aslinya sudah hancur dan tertelan bumi. Ialah Stasiun Batavia Noord yang dibuat oleh Belanda.
Dilansir dari berbagai sumber, stasiun tersebut dibangun tahun 1871, di mana rel pertama kali dibangun dari area Batavia dan Kleine Boom kini menjadi Pelabuhan Sunda Kelapa dan Koningsplein kini Gambir.
Pembangunan rel yang mencapai 9 km dengan lebar rel 1.067 . Rel dibangun oleh Netherland Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan stasiun itu berlokasi tidak jauh dari Raad Van Justitie kini Museum Seni Rupa & Keramik.
Jika ditelusuri dari jejak sejarah, maka lokasi bekas stasiun kini sudah menjadi lahan parkir BNI 46. Dan nama hingga bangkai bangunan pun sudah tidak ada entah ke mana. Hanya sisa-sisa rel bisa ditemukan karena area tersebut merupakan kawasan padat penduduk.
Kemudian setelah dibangunnya stasiun, Belanda tidak puas, mereka kembali membuat jalur rel kereta api menuju Tanjung Priok yang berfungsi mengangkut pekerja dan material dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Lalu, pada 1887, Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) membuat jalur rel untuk menyambungkan Batavia menuju Bekasi dengan membangun Batavia Zuid. Namun, di tahun 1898 Stasiun Batavia Zuid dijual dan gedung dihancurkan.
Setelah itu tahun 1926 kembali dibangun stasiun dengan nama Stasiun Batavia Benedenstad yang kini menjadi Stasiun Jakarta Kota. Sejak kehadiran stasiun ini Batavia Noord kemudian berhenti beroperasi dan tak lama dari sana bangunan dibongkar. Kini bangunan sudah tidak ada bekas kehidupannya.
Stasiun Batavia Noord (foto: Wikipedia)