Adam AS mengira Allah akan segera mengazabnya. Ia pun menundukkan kepalanya dan dengan lirih ia berkata ‘Ampunan-MU, wahai Tuhan! Ampunan-Mu, wahai Tuhan.’
Lalu Allah berkalam, (Wahai Adam) apakah engkau ingin melarikan diri (bersembunyi) dari-Ku?’
Adam menjawab, ‘Tidak, wahai Tuhan! Namun, aku merasa malu kepada-Mu.’ Adam pun bergantung sepenuhnya kepada Allah, beristighfar, merasa menyesal, dan mengakui kesalahannya, serta bertobat kepada Allah. Allah pun menerima tobatnya, meski kemudian Adam dan Hawa harus diturunkan ke Bumi, untuk menjalani takdirnya.
(Vien Dimyati)