TAK ada manusia yang sempurna. Semua manusia pasti pernah berbuat dosa dengan melanggar perintah Allah SWT, termasuk Nabi Adam alaihis salam (AS).
Dalam buku Doa Menembus Langit, Hj. Fadillah Ulfa, Lc., M.A., menuturkan, telah dikisahkan dalam Alquran tentang bagaimana khalifah (pemimpin) di muka bumi itu melanggar perintah Allah SWT kemudian bertaubat dan dosanya diampuni, setelah memanjatkan doa. Seperti apakah doa yang dipanjatkan Nabi Adam? Berikut kisahnya:
Nabi Adam AS telah bermaksiat kepada Allah SWT, yaitu dengan memakan buah (khuldi) yang dilarang oleh Allah SWT untuk didekati. Pelanggaran itu beliau lakukan karena menuruti godaan dan rayuan setan sebagaimana dijelaskan dalam kalam Allah SWT berikut ini.
فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (QS: Al-Araf (7) :22)