JAKARTA - Asal muasal ajaran berpuasa diyakini ada sejak penciptaan manusia pertama, Nabi Adam AS dan Siti Hawa.
Keyakinan tersebut menurut HM Sismono, BA dalam bukunya "Puasa pada Umat-umat Dulu dan Sekarang" (2010) berakar ke arti harfiah puasa sebagai kegiatan berpantang. Atau dengan kata lain dilarang dan menahan diri.
Keteladanan untuk menahan diri telah dipraktikkan Adam alaihi salam dan pasangannya dengan tak makan buah khuldi di taman surga. Godaan iblis membuat mereka lengah dan melanggar perintah Allah SWT.
Walaupun dalam Alquran maupun Hadits tidak dijelaskan secara rinci bentuk puasa Nabi Adam AS dan generasi sesudahnya, terdapat petunjuk bahwa agama yang dibawa rasul terdahulu adalah agama monotheisme.
Artinya, terdapat kepercayaan terhadap keesaan Allah. Sehingga, Sismono meyakinkan pula dilandasi Surah Al Baqarah ayat 183 bahwa umat para rasul tersebut telah mengenal ajaran puasa dari Allah SWT.