Marpangir, Tradisi Orang Batak Sambut Ramadan

Liansah Rangkuti, Jurnalis
Jum'at 26 Mei 2017 18:54 WIB
Tradisi Marpangir (foto: Liansah Rangkuti/Okezone)
Share :

Karena, kegiatan mandi pangir tersebut juga memiliki khasiat pada tubuh, bukan untuk kemusyrikan yang menimbulkan dosa, sehingga mandi pangir jadi budaya. Dengan kata lain bahan pangir yang diramu sendiri atau dibeli dari pasar dan dipakai untuk mandi, tanpa ritual atau mantera-mantera (syarat-sayarat tertentu).

"Memang, setelah mandi pangir terasa tubuh akan lebih fresh," aku Yuni Harahap salah seorang warga Kota Desa Aek Badak, Jumat (26/5/2017).

Memang, sejak dulu mereka tidak luput memakai ramuan itu jika jelang Ramadan. Dan, itu dijadikan bahan pembasuh tubuh ketika sore setelah selesai melakukan ziarah kubur.

"Tapi, bukan sebagai syarat untuk menyambut puasa. Dan, bukan karena itu puasa tidak syah. Mandi itu hanya sekedar rasa sukacita menyambut bulan Ramadhan," bebernya.

Ramuan Pangir

Komposisi ramuan pangir biasanya perpaduan dari beberapa potong jeruk purut/jeruk limau. Ditambah mayang pohon pinang, beberapa helai daun pandan, daun nilam, akar pohon usar dan lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya