ADA yang unik dari kebiasaan warga menyambut bulan Ramadan. Umat muslim, khususnya bersuku Batak Mandailing dan Angkola Sipirok, masih kerap melaksanakan tradisi leluhurnya.
Tradisi ini sebenarnya masih disoal. Sebab, sedikit saja bergeser, maka berpotensi menyebabkan kemusyrikan. Sehari sebelum Ramadan. Dari dapur-dapur rumah warga kerap tercium aroma wewangian.
Hasil rebusan beberapa rempah-rempah tersebut segera akan dijadikan prosesi mandi keramas menyambut kehadiran bulan suci Ramadan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi marpangir (mandi pangir) atau balimo (mandi jeruk limau) sudah dijadikan sarana bersih bersih diri.
Bagi banyak kalangan, khususnya, warga bersuku Batak, bahkan, kalangan muslim Melayu sudah demikian kenal dengan istilah tersebut. Tradisi itu, wujud rasa gembira menyongsong hadirnya Bulan Suci Ramadan.
Sehingga, ketika sore sehari sebelum Ramadan, warga membasuh seluruh tubuh (mandi keramas) dengan rebusan rempah-rempah tersebut.
Untuk mandi itu, warga memilih melakukannya di lokasi-lokasi pemandian alam. Khusus untuk di Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara, salah satu daerah tujuan adalah Desa Aek Sijorni Kecamatan Sayur Matinggi. dengan ketersediaan sungai kecil yang mengalirkan air jernih dan sejuk.