FOOD STORY: Intip Sejarah Panjang Makanan Tradisional Mongolia, Ternyata Mereka Banyak Mengonsumsi Daging

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Senin 08 Mei 2017 15:25 WIB
Kuliner khas Mongolia (Foto:Ayantravel)
Share :

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Mongolia menemukan cara kreatif untuk mendapatkan produk susu mulai dari susu sapi, domba, kambing, unta dan kuda. Susu dari kelima hewan domesik Mongolia ini kemudian diolah kembali menjadi berbagai produk turunan susu mulai dari orom atau krim susu, aaruul atau dadih kering yang diolah dibawah sinar matahari, eetsgii atau keju kering, airag atau susu hasil fermentasi kuda betina dan lain sebagainya. Semua produk olahan susu ini diolah sepanjang musim panas sebagai cadangan makanan di musim dingin dan musim semi yang panjang.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 1992 membuktikan bahwa sistem pencernaan masyarakat Mongolia lebih cepat menyerap makanan yang tinggi akan asam. Sehingga tak heran banyak makanan tradisional yang dibuat dengan cara difermentasi dalam jangka waktu tertentu.

Di awal 1999 banyak tersebar kios dan pasar yang lebih mirip swalayan bergaya barat. Berbagai makanan juga banyak dijual mulai dari jeruk, pisang, plum dan ayam, padahal sebenarnya ini bukanlah makanan asli masyarakat Mongolia, bahkan mereka tidak pernah mencicpnya sama sekali. Ini yang kemudian menjadikan makanan Mongolia terkawinkan oleh budaya luar.

Kini sudah banyak juga restoran francaise yang berdiri di Mongolia, berbagai sajian makanan juga siap memanjakan lidah. Sayangnya makanan-makanan bercita rasa khas seperti dari Korea, Rusia, Italia, India, China, Jepang, Inggris dan Prancis tidak semuanya bisa diterima lidah masyarakat asli Mongolia.

Beberapa masyarakat memang bisa menyantap suguhan hot dog atau makanan korea, tapi sayang tidak sedikit yang lidahnya menolak, apalagi untuk hidangan yang bukan terbuat dari bahan baku makanan pokok masyarakat Mongolia. Misalnya saja pada restoran Jepang, hanya 20 persen masyarakat Mongolia yang mau mencicipi. Tampaknya mereka asing dengan cita rasa sushi dan sashimi yang kebanyakan terbuat dari ikan.

(Santi Andriani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya