FOOD STORY: Intip Sejarah Panjang Makanan Tradisional Mongolia, Ternyata Mereka Banyak Mengonsumsi Daging

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Senin 08 Mei 2017 15:25 WIB
Kuliner khas Mongolia (Foto:Ayantravel)
Share :

MONGOLIA berada di lokasi dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan. Tak heran suhu di Mongolia cukup dingin, ternyata ini ada pengaruhnya dengan santapan tradisional masyarakatnya.

Dilansir dari Asian-recipe, Senin (8/5/2017) masyarakat Mongolia punya sejarah panjang seputar makanan tradisionalnya. Pola makannya sangat bergantung pada komposisi daging sebagai bahan baku. Ini disebabkan karena masyarakat membutuhkan makanan yang bisa membantu menghangatkan suhu tubuh mereka.

Mongolia dikenal juga sebagai daerah yang kerap mengalami musim dingin yang panjang. Mayoritas pekerjaan masyarakat Mongolia adalah penggembala dan mereka awalnya dikenal sebagai masyarakat yang hidup berpindah alias nomaden. Selama berabad-abad, masyarakat sudah mengandalkan sumber makanan daging sebagai makanan pokok yang juga penghangat alami.

Tepat pada 1991, ekonomi global mengalami krisis sehingga Rusia menghentikan kiriman bantuan ke Mongolia. Masa ini dialami masyarakat Mongolia sebagai masa yang sangat sulit dimana banyak masyarakat yang kelaparan. Kemudian krisis ini mulai menurun setelah Mongolia kembali mendapat bantuan makanan impor dari Uni Soviet.

Secara tradisional, masyarakat Mongolia sudah lama mengandalkan makanan yang tinggi protein dan mineral. Sementara sayuran dan buah jadi makanan selingan yang bukan diutamakan untuk disantap.

Beberapa makanan yang jadi sumber asupan pokok adalah produk daging dan susu. Tapi disamping itu masyarakat Mongolia juga menyantap sereal, buah-buahan, sayuran dan sumber makanan lain yang tumbuh di negaranya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya