Peneliti mengukur aktivitas listrik jantung para sukarelawan dengan elektrodiagram. Mereka juga mengukur tekanan darah perifer pada satu, dua, empat, enam, dan 24 jam setelah mereka mengonsumsi minuman.
Kedua kelompok yang minum minuman bernergi dan kafein mengalami peningkatan tekanan darah sistolik. Tekanan sistolik pada kelompok hampir mirik ke pembacaan asli mereka setelah enam jam.
Dr Fletcher mengatakan, di sisi lain, mereka yang minum minuman berenergi memiliki tekanan darah sedikit lebih tinggi setelah enam jam. Ini menunjukkan, ramuan selain kafein memiliki efek tekanan darah.
Berdasarkan bukti awal, dr Fletcher menyarankan agar orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, serta kondisi jantung lainnya, perlu menghindari minuman bernergi dan berkafein demi kesehatan tubuhnya. Demikian dilansir dari laman Express, Jumat (28/4/2017).
(Helmi Ade Saputra)