Meski begitu, kata Dokter Budi, zat air keras masih tetap berbahaya bila mengenai kulit manusia, karena sifatnya yang korosif. Bila mengenai kulit, maka kulit akan terbakar dan menyebabkan trauma kimia yang serius. "Kecelakaan karena terkena asam keras dan basa keras sangat berbahaya," jelas Dokter Budi.
Dokter Budi menuturkan pertolongan pertama harus segera bagi orang yang terkena air keras. Menurut Dokter Budi, memberi pertolongan pertama bagi korban yang terkena air keras sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. "Prinsip pertolongannya adalah pencairan zat kimia tersebut. Bila zat kimia mengenai badan, maka secepatnya dicairkan dengan mengalirkan air pada cairan itu di tubuh. Bila pencairan terjadi maka akan berkurang korosi yang diakibatkan," jelas Dokter Budi.
Dokter Budi menilai air keras yang terkena mata mampu membuat trauma pada kornea dan mengeruh. Operasi kornea mungkin saja dilakukan untuk menggantikan kornea yang keruh. "Sama seperti kulit, maka ketika organ mata terkena, secepatnya dialiri air bersih terus menerus hingga yakin zat kimia sudah habis," ungkap dia.
Apabila air keras tersebut terminum, Dokter Budi menuturkan pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah meminumkan korban dengan air susu atau air biasa. Air susu berfungsi mengencerkan air keras dan menetralkan. "Setelah terjadi pengenceran, maka bila terjadi muntah tidak akan mengkorosi tenggorokan. Bila tidak muntah, perugas di pelayanan darurat akan melakukan pengenceran dan pencucian dengan selang langsung ke lambung," terang Dokter Budi.
Menurut Dokter Budi, air yang dipakai untuk pertolongan pertama bagi korban yang terkena air keras tidak harus steril. "Ingat waktu adalah penting. Air apapun, misal air minum, air kendi, air keran, air di ember, bahkan kolam boleh dilakukan dalam emergensi zat kimia ini," tegas Dokter Budi.
(Helmi Ade Saputra)