PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan disiram air keras usai menjalankan salat subuh di masjid Al-Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, wajah Novel mengalami cedera serius terutama pada bagian mata.
Saat ini, Novel Baswedan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dokter ahli Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan dari Universitas Diponegoro, Budi Laksono, mengungkapkan pentingnya langkah pertolongan pertama bagi korban yang terkena siraman air keras seperti Anis Baswedan.
"Pertolongan pertama harus dilakukan karena waktu emas pertolongan ada pada menit pertama kontak zat tersebut. Perujukan korban ke instansi yang memerlukan waktu, tanpa penanganan pertama, sangat tidak menguntungkan penderita," kata Dokter yang pernah membuat heboh dunia karena mendirikan Kafe Jamban di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Menurut Dokter Budi, air keras baik basa maupun asam sering digunakan untuk kebutuhan pabrik hingga rumah tangga. Zat kimia pekat ini pun memiliki jenis yang beragam dan kegunaan. "Asam klorida pekat misalnya, dipergunakan untuk mengatasi korosi karena oksidasi logam dan pengendapan mineral seperti kapur di kamar mandi," ujar dosen yang mengajar di Kampus Paska-Sarjana Undip dan Universitas Negeri Semarang tersebut.
Dokter Budi menambahkan beragam jenis air keras sangat mudah diakses masyarakat dan bahkan tersedia di toko swalayan kecil. "Asam sulfat pekat bahkan dalam bentuk padat sering digunakan melubangi saluran yang buntu karena penyumbatan kerak dan kotoran. Soda api, zat basa kuat sering dipergunakan bahan sabun atau peluntur dalam skreen sablon," tegas Dokter Budi.