Menit Pertama Pertolongan Tersiram Air Keras Sangat Krusial

Mustholih (Okezone), Jurnalis
Selasa 18 April 2017 11:53 WIB
Ilustrasi (Foto: Thebrunettediaries)
Share :

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan disiram air keras usai menjalankan salat subuh di masjid Al-Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, wajah Novel mengalami cedera serius terutama pada bagian mata.

Saat ini, Novel Baswedan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dokter ahli Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan dari Universitas Diponegoro, Budi Laksono, mengungkapkan pentingnya langkah pertolongan pertama bagi korban yang terkena siraman air keras seperti Anis Baswedan.

"Pertolongan pertama harus dilakukan karena waktu emas pertolongan ada pada menit pertama kontak zat tersebut. Perujukan korban ke instansi yang memerlukan waktu, tanpa penanganan pertama, sangat tidak menguntungkan penderita," kata Dokter yang pernah membuat heboh dunia karena mendirikan Kafe Jamban di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Menurut Dokter Budi, air keras baik basa maupun asam sering digunakan untuk kebutuhan pabrik hingga rumah tangga. Zat kimia pekat ini pun memiliki jenis yang beragam dan kegunaan. "Asam klorida pekat misalnya, dipergunakan untuk mengatasi korosi karena oksidasi logam dan pengendapan mineral seperti kapur di kamar mandi," ujar dosen yang mengajar di Kampus Paska-Sarjana Undip dan Universitas Negeri Semarang tersebut.

Dokter Budi menambahkan beragam jenis air keras sangat mudah diakses masyarakat dan bahkan tersedia di toko swalayan kecil. "Asam sulfat pekat bahkan dalam bentuk padat sering digunakan melubangi saluran yang buntu karena penyumbatan kerak dan kotoran. Soda api, zat basa kuat sering dipergunakan bahan sabun atau peluntur dalam skreen sablon," tegas Dokter Budi.

Meski begitu, kata Dokter Budi, zat air keras masih tetap berbahaya bila mengenai kulit manusia, karena sifatnya yang korosif. Bila mengenai kulit, maka kulit akan terbakar dan menyebabkan trauma kimia yang serius. "Kecelakaan karena terkena asam keras dan basa keras sangat berbahaya," jelas Dokter Budi.

Dokter Budi menuturkan pertolongan pertama harus segera bagi orang yang terkena air keras. Menurut Dokter Budi, memberi pertolongan pertama bagi korban yang terkena air keras sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. "Prinsip pertolongannya adalah pencairan zat kimia tersebut. Bila zat kimia mengenai badan, maka secepatnya dicairkan dengan mengalirkan air pada cairan itu di tubuh. Bila pencairan terjadi maka akan berkurang korosi yang diakibatkan," jelas Dokter Budi.

Dokter Budi menilai air keras yang terkena mata mampu membuat trauma pada kornea dan mengeruh. Operasi kornea mungkin saja dilakukan untuk menggantikan kornea yang keruh. "Sama seperti kulit, maka ketika organ mata terkena, secepatnya dialiri air bersih terus menerus hingga yakin zat kimia sudah habis," ungkap dia.

Apabila air keras tersebut terminum, Dokter Budi menuturkan pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah meminumkan korban dengan air susu atau air biasa. Air susu berfungsi mengencerkan air keras dan menetralkan. "Setelah terjadi pengenceran, maka bila terjadi muntah tidak akan mengkorosi tenggorokan. Bila tidak muntah, perugas di pelayanan darurat akan melakukan pengenceran dan pencucian dengan selang langsung ke lambung," terang Dokter Budi.

Menurut Dokter Budi, air yang dipakai untuk pertolongan pertama bagi korban yang terkena air keras tidak harus steril. "Ingat waktu adalah penting. Air apapun, misal air minum, air kendi, air keran, air di ember, bahkan kolam boleh dilakukan dalam emergensi zat kimia ini," tegas Dokter Budi.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Tol
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya