Ia mengingatkan, ketika seseorang telah memiliki kanker dan ingin mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah, ada baiknya untuk menanyakan kepada dokter terlebih dahulu.
Studi tersebut memang menunjukkan penurunan risiko kanker berkat konsumsi aspirin, Namun, tidak semua orang dapat mengonsumsi aspirin. Terutama jika Anda memiki risiko tinggi terhadap perdarahan gastrointestinal.
Sementara Rulla Tamimi dari American Association for Cancer Research mengatakan, memang temuan ini sangat menguntungkan.
"Temuan ini diyakini kuat dan mengatakan bahwa aspirin memang tersedia luas, murah, dan memiliki sedikit toksitas. Aspirin bermanfaat untuk mengurangi potensi kematian akibat kanker payudara, usus besar, paru-paru, dan kanker prostat," tutup Tamimi. Demikian dilansir dari laman CNN, Senin (10/4/2017).
(Helmi Ade Saputra)