Tak Mau Kalah, Warga Kuta Selatan Gelar Perang Lumpur Usai Nyepi

Nurul Hikmah, Jurnalis
Kamis 30 Maret 2017 11:35 WIB
Perang Lumpur di Kuta Selatan, Bali (foto: Nurul Hikmah/Okezone)
Share :

USAI Nyepi ratusan warga dari anak-anak hingga kakek-kakek berkumpul di depan pura Bale Agung di Desa Kedonganan, Kuta Selatan, Badung pada Rabu 29 Maret 2017.

Mereka mengenakan pakaian adat telanjang dada, setelah diperciki tirta langsung menuju hutan mangrove di kawasan Pura Dalem dekat setra (kuburan) adat desa ini. Mereka menggelar tradisi Mebuug buugan atau tradisi mandi dan perang lumpur.

Ketua panitia Mebuug Buugan, Made Gede Budhyastra mengatakan, tradisi ini merupakana kegiatan yang dilaksanakan setelah perayaan Nyepi sejak 60 tahun silam.

Seni ~ Budaya ~ Tradisi dan Alam Bali - Tag / hashtag #nakbaline , photo olih @terrydastie : Tradisi mebuug buugan yang dilaksanakan desa adat kedonganan, kuta Badung hari ini 29 maret 2017 #mebuugbuugan #kedonganan #caka1939 #Nyepi #cakrabali #balineseculture #baliisland #bali

Sebuah kiriman dibagikan oleh NAK BALI Ne (@nakbaline) pada Mar 28, 2017 pada 11:08 PDT

Dia menjelaskan, tradisi ini sempat lama tidak diadakan, namun sejak tahun 2015 kembali di gelar oleh desa adat Kedonganan.

"Tradisi perang lumpur ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sehari setelah Nyepi yang bertujuan menetralkan sifat-sifat buruk,"jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya