Heboh Tari Gending Sriwijaya Akan "Dimusnahkan", Ini Penjelasannya

Yulia Savitri, Jurnalis
Selasa 21 Maret 2017 12:40 WIB
Penari Tari Gending Sriwijaya (foto: Instagram/@sanggrefekmanagement)
Share :

Namun, pada 1965 PKI meletus karena Nungtjik AR, pencipta syair lagu Gending Sriwijaya terlibat PKI. Setelah itu, hampir beberapa lama tari ini tidak mainkan. Untuk menutupi tari sambut, maka gerakan Tari Gending Sriwijaya lagunya diganti lagu Enam Bersaudara, jadilah tari Tanggai yang sering ditarikan saat acara pernikahan.

"Tari Gending Sriwijaya kemudian dimantapkan sebagai tari sambut tamu agung, sedangkan tari Tanggai untuk tamu biasa," paparnya.

Adapun terkait gagasan tari sambut baru, Vebri mendukung penuh. Menurutnya, Palembang sebagai daerah otonom harus memiliki tari sendiri, makanya nilai-nilai yang ada bukan dari Kerajaan Sriwijaya tetapi nilai-nilai Palembang Darussalam yang Islami.

"Kita harus punya tari yang lebih menjiwai. Sebenarnya kami sudah membicarakan ini sudah lama, sejak pemerintahan sebelumnya. Alhamdulillah sekarang Dinas Kebudayaan Palembang merespon baik. Bahkan saat ini sudah mengumpulkan ahli-ahli tari," tandasnya.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya