Tetapi, pembangunan kembali rusak, dan di tahun 1655 kembali diperbaiki dan berubah nama menjadi Jembatan Pusat atau Het Middelpunt Brug.
Fungsinya juga berubah, dari hanya membatasi benteng, hingga menjadi tempat lalu lintas perahu. Jembatan bisa diangkat ketika perahu melintas, dan mencegah kerusakan karena banjir yang melanda.
Di tahun 1972, jembatan kemudian diambil ahli oleh DKI Jakarta yang saat itu dipimpin oleh Gubenur Ali Sadikin. Kemudian, jembatan ini diganti namanya menjadi Jembatan Kota Intan, dan menjadi salah satu situs bersejarah di Ibu Kota.
Intip yuk foto-foto ciamik para pengunjung yang pernah ke sana, salah satunya Andini Anggias yang memotret jembatan dari bagian ujung sehingga terlihat atap yang jadi pondasi jembatan.
Foto kiriman Andini Anggia S T (@andinianggias) pada Peb 5, 2017 pada 9:26 PST
(Fiddy Anggriawan )