Cari Tahu Legenda Jembatan Kota Intan Yuk!

Tentry Yudvi, Jurnalis
Senin 06 Februari 2017 12:27 WIB
Jembatan Kota Intan, Jakarta (foto: Instagram/@maenwen)
Share :

Tetapi, pembangunan kembali rusak, dan di tahun 1655 kembali diperbaiki dan berubah nama menjadi Jembatan Pusat atau Het Middelpunt Brug.

Fungsinya juga berubah, dari hanya membatasi benteng, hingga menjadi tempat lalu lintas perahu. Jembatan bisa diangkat ketika perahu melintas, dan mencegah kerusakan karena banjir yang melanda.

Di tahun 1972, jembatan kemudian diambil ahli oleh DKI Jakarta yang saat itu dipimpin oleh Gubenur Ali Sadikin. Kemudian, jembatan ini diganti namanya menjadi Jembatan Kota Intan, dan menjadi salah satu situs bersejarah di Ibu Kota.

Intip yuk foto-foto ciamik para pengunjung yang pernah ke sana, salah satunya Andini Anggias yang memotret jembatan dari bagian ujung sehingga terlihat atap yang jadi pondasi jembatan.

Shape of Engelse Burg Engelse Burg or Kota Intan Bridge was constructed in the 17th century by the Dutch government to connect the West Kali Besar and East Kali Besar. Kota Intan Bridge was made of wood and equipped with leverage to get the lower side of the bridge up when there was ship or boat passed by . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . #history #indonesia #jakarta #bridge #jembatankotaintan #kotatua #lfl #sejarah #kotaintanbridge #kota #jktinfo #infojkt #tourism

Foto kiriman Andini Anggia S T (@andinianggias) pada Peb 5, 2017 pada 9:26 PST

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya