BERMACAM-MACAM jenis telur dapat dijumpai di pasaran, mulai dari telur ayam negeri, telur ayam kampung, hingga telur bebek. Namun, jika tidak pandai memilih dan menyimpannya, Anda akan kecewa ketika akan mengolahnya.
Untuk menghindari hal tersebut, berikut tips memilih dan menyimpan telur yang baik dan benar, sebagaimana disarikan dari buku Hidangan Favorit Telur, karya Budi Sutomo, Rabu (25/1/2017).
Perhatikan cangkangnya
Pilihlah telur yang memiliki cangkang utuh dan tidak retak, serta bersih dari kotoran. Pasalnya, telur yang retak dan kotor bisa menjadi penyebab kontaminasi mikroba atau bakteri berbahaya.
Simpan telur di lemari pendingin
Kualitas telur akan menurun jika disimpan dalam suhu ruang. Telur hanya dapat bertahan selama delapan hari jika disimpan suhu ruang. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menyimpan bahan makanan ini adalah di dalam lemari dingin.
Belilah telur yang dikemas dengan baik
Sebaiknya, beli telur yang dikemas dalam karbon atau rak plastik. Kalau perlu, belilah telur yang dijual di dalam lemari pendingin.
Rendam telur di dalam air
Memang agak sulit untuk melihat kualitas isi telur karena diselimuti cangkang. Untuk mengetahuinya, Anda bisa menerawang telur di dalam ruangan yang terang. Jika warna telur jernih, kuning telur utuh, dan letaknya di tengah berarti telur masih dalam keadaan baik. Anda juga bisa mengetesnya dengan merendam telur di dalam air. Telur yang terapung menandakan kualitas yang sudah tidak baik.
Jangan letakkan telur di samping bahan beraroma tajam
Meskipun bercangkang, telur juga mampu menyerap aroma dari luar. Jangan menyimpannya di dekat bahan yang beraroma tajam seperti terasi atau durian.
Sisihkan sebelum memasaknya
Jika Anda menyimpan telur dalam lemari pendingin, keluarkan telur dan diamkan 30 menit dalam suhu ruang sebelum dimasak. Hal ini dilakukan agar rasa masakan lebih lezat dan nikmat.
(Santi Andriani)