TOP FOOD 3: Berhenti Kuliah Kedokteran untuk Jadi Koki Spesialis Masakan Berbahan Ganja

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Sabtu 10 Desember 2016 10:05 WIB
Dokter beralih jadi chef spesialis makanan berbahan ganja (Foto:Metro)
Share :

SEMUA orang pastinya pernah merasakan jenuh dengan rutinitas harian yang selalu berulang setiap harinya. Salah satu langkah yang diambil untuk menyegarkan suasana adalah melakukan aktifitas lain.

Dilansir dari Metro,  adalah Chris Sayegh, seorang mahasiswa ilmu kedokteran yang tengah mengenyam pendidikan di tahun kedua kuliahnya untuk menjadi dokter. Chris benar-benar melempar jas putih demi mengenakan apron.

Pria 24 tahun ini memutuskan untuk melakukan apa yang menjadi hobinya yakni memasak. Selain itu Chris juga selalu penasaran untuk mengolah ganja menjadi makanan layak santap. Akhirnya Chris memutuskan untuk beralih profesi menjadi koki khusus masakan mengandung ganja.

Chris menceritakan kisahnya secara singkat bagaimana ia rela meninggalkan gelar calon dokter demi memasak di dapur. “Saya adalah seorang mahasiswa di University of California Santa Cruz. Tapi saya punya cita-cita bisa memasak di dapur professional di seluruh dunia. Mulai saat itu juga saya mengambil keputusan besar dalam hidup saya dan beralih menjadi seorang koki,” kata Chris.

Tenyata keputusannya ini tidak langsung berbuah manis. Hidupnya berubah drastis layaknya sebuah dongeng, Chris merasa ada di bagian paling rendah di sebuah dapur.

“Apa yang Anda lihat di acara-acara memasak di layar kaca. Saat Gordon Ramsay berteriak dan melempar makanan dengan penuh kata-kata merendahkan adalah sebuah lelucon, itu sungguhan terjadi di dapur. Bekerja 15 jam dalam sehari, enam hari dalam seminggu seolah membuat saya merasa tersiksa. Saya menganggap masa-masa awal itu adalah hari-hari paling sial dalam hidup saya,” beber Chris.

Usai melewati pendidikan panjang, kini profesinya sudah bisa dipandang bergengsi. Ia mengolah berbagai masakan, namun yang paling menarik adalah ia mengolah makanan dengan menggunakan ganja, tanaman yang dikenal sebagai bumbu namun di beberapa negara dilarang karena termasuk jenis psikotropika.

“Saya menggunakan ganja, namun dijamin Anda tidak akan merasakan ada ganja di dalamnya. Kecuali saya meminta Anda mencicipinya utuh dan percayalah itu bukan rasa yang enak,” kata Chris.

Ganja yang ditambahkan Christ juga tidak dalam jumlah banyak, ia hanya mengunakan dalam jumlah sangat kecil dan biasanya sudah diolah menjadi bahan lain seperti dijadikan campuran dalam minyak.

Beberapa menu andalan Chris adalah menu klasik dan disajikan secara terbatas hanya kepada pelanggan khsusus. Menu yang pernah dibuatnya adalah carrot confit gnocchi with cannabis-infused pea emulsion, New York strip steak with parsnip puree and a ‘medicated’ red wine reduction. Sementara untuk dessertnya Chris membuat a sticky toffee pudding with toasted coconut and pot-infused chocolate.

Chris mengungkapkan ia mengolah berbagai makanan ini tak lain karena ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak biasa. Setiap gigitan dari makanan yang disantap pelanggannya dikatakan bisa memberikan reaksi otak yang berbeda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya