Sel-sel ini juga meredup saat paparan sinar matahari berkurang. Inilah yang menyebabkan bayi tidak pernah terlahir dengan bintik-bintik pada wajah maupun tubuh mereka.
Tak semua orang memiliki bintik-bintik hitam. Penyebabnya dikaitkan oleh gen yang disebut MC1R. Gen ini bertugas memerintahkan sel protein untuk terlibat dalam produksi melanin.
Mereka yang memiliki pigmen berwarna cokelat memiliki jenis melanin yang disebut eumelanin. Sedangkan, mereka yang memiliki pigmen berwarna kemerahan dan kuning memiliki pheomelanin.
Menurut Green, seseorang dengan pigmen berwarna kecokelatan cenderung memiliki perlindungan kulit yang lebih karena efek eumelanin. Sedangkan mereka dengan pigmen berwarna merah, kulit cenderung memproteksi diri dengan pheomelanin. Sehingga memungkinkan mereka memiliki bintik-bintik wajah sebagai perlindungan.
Bila Anda salah seorang yang memiliki bintik-bintik hitam pada wajah, jangan khawatir dan tidak percaya diri. Karena kulit punya caranya sendiri untuk melindungi diri. Anda tetap cantik dan tampan apa adanya kok. Demikian dikutip dari laman Dailymail, Minggu (4/12/2016).
(Silvia Junaidi)