Tak hanya itu, ada pula dampak negatif di luar sisi konten televisi. Menonton televisi mengambil waktu bermain dan berolahraga. Akibatnya anak yang terlalu banyak menonton televisi cenderung kurang fit dan lebih mudah mengalami obesitas.
Apalagi dibarengi kebiasaan mengonsumsi camilan berkalori tinggi saat menonton televisi. Pada anak perempuan, televisi mungkin saja memicu gangguan makan, karena tayangan yang cenderung menampilkan role model wanita dengan tubuh kurus.
Adalagi hal yang lebih buruk. Hasil studi menunjukkan bahwa menonton televisi 1-2 jam per hari tanpa pengawasan dapat berdampak buruk pada kemampuan akademik (membaca) anak.
Dampingi anak saat menonton televisi, batasi waktu menonton anak 1-2 jam per hari. Sebaiknya hindari juga meletakkan televisi di kamar anak.
Mengingat masih ada dampak positif dari televisi, maka Anda tidak perlu menyingkirkannya sama sekali dari anak. Anda hanya perlu mengontrol penggunaannya secara bijak.
(Tuty Ocktaviany)