SEORANG dokter lulusan STOVIA lagi masuk dalam daftar pahlawan nasional Indonesia. Setelah dr. Wahidin dan Dr. Sardjito, nama dr. Moewardi juga patut dikenang sebagai pahlawan bangsa.
Moewardi merupakan seorang dokter lulusan STOVIA. Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan untuk mempelajari Spesialisasi penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT).
Dr. Moewardi lahir di Desa Randukuning, Pati, Jawa Tengah, 30 Januari 1907. Menurut silsilah keluarga, dia merupakan putera ke 7 dari Sastrowardojo dan Roepeni, serang mantri guru. Kala itu kedudukan tersebut sangat berwibawa.
Dari pihak ayahnya, Moewardi masih keturunan dari Raden Sunan Landoh atau Syeh Jangkung dan dari pihak Ibunya masih keturunan Ario Damar (Bupati Palembang). Moewardi terbilang beruntung karena lahir dari golongan ningrat yang membuatnya dapat menikmati berbagai fasilitas yang tidak bisa dirasakan masyarakat Indonesia lainnya termasuk dalam hal menempuh pendidikan yang mumpuni.
Perjalanan pendidikan Moewardi dimulai pada 1927. Dia tercatat sebagai mahasiswa tingkat III di STOVIA. Lalu melanjutkan studinya di Nederlandsch Indische Ars Schools hingga meraih gelar dokter pada 1931.