KETIKA massa yang mengikuti aksi damai 4 November lalu menolak membubarkan diri sesuai waktu demo yang disepakati dan membakar mobil aparat, polisi terpaksa melancarkan gas air mata. Apa bahayanya? Simak penjelasan dari dr. Karin Wiradarma.
Gas air mata biasa digunakan untuk mengendalikan kericuhan massa saat demonstrasi. Opsi tersebut dipilih sebagai alternatif yang lebih aman, ketimbang menggunakan senjata tumpul, tajam, maupun senjata api yang dapat mengakibatkan hal yang lebih fatal.
Terdapat beberapa jenis gas air mata. Namun yang paling sering digunakan adalah gas CS karena dianggap paling aman. Berbagai penelitian menemukan bahwa gas CS dengan batas konsentrasi 5% tergolong relatif aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Selain gas CS, terdapat pula gas CN dan CR. Tapi dua gas terakhir lebih jarang digunakan karena lebih beracun. Pemerintah Amerika Serikat bahkan melarang pemakaian gas CR karena diduga berpotensi menyebabkan kanker.
Efek Samping Gas Air Mata