Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang bekerja 55 jam per pekan memiliki 1,3 kali lebih berisiko terkena stroke daripada orang yang bekerja dalam waktu standar. Kekurangan jam tidur juga dapat dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan peningkatan risiko kematian yang disebabkan stroke.
Selain itu, ada pula penelitian yang mengungkapkan fakta bahwa karyawan yang berkerja selama 55 jam sepekan akan mengalami risiko depresi sebanyak 1,66 kali lebih tinggi daripada orang sehat. Mereka juga berisiko merasakan kecemasan 1,74 kali lebih besar daripada orang biasa.
Maka, mulai sekarang Anda harus mengurangi kerja lembur dan melakukan istirahat yang cukup sehingga terhindar dari risiko kesehatan di usia senja. Sebab jadwal kantor yang fleksibel lebih menunjukkan efek positif pada kesehataan dan kesejahteraan pegawai.
(Tuty Ocktaviany)