YOGYAKARTA - Ibu Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla bakal membuka perhelatan Jogja Internasional Batik Biennale 2016 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. JIBB ini merupakan perhelatan akbar yang dihadiri beberapa negara asing, seperti Thailand, Malaysia, Taiwan, China, dan beberapa negara eropa.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Keistimewaan Pemda DIY, Didik Purwadi mengatakan, perhelatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 12-15 Oktober 2016. Selain digelar pameran batik dan fashion show di JEC, ada beberapa tempat lain digelar symposium tentang batik.
"Kita sudah mendapat informasi jika ibu Mufidah Jusuf Kalla bersedia membuka acara besok pagi. Beliau nanti yang membuka JIBB di JEC," katanya di Pendopo Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/10/2016).
Didik yang juga sebagai Ketua Penyelengara JIBB 2016 ini mengatakan, Kota Yogyakarta sudah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober 2014 lalu di Dongyang, Tiongkok, oleh World Craft Council, lembaga dunia bertaraf internasional yang berafiliasi dengan Unesco dan memfokuskan pada peningkatan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan permasalahan komunitas kriya di dunia.
"Ada tujuh kriteria kenapa Yogyakarta mendapat predikat kota batik dunia, mulai dari historis, orisinalitas, regenerasi, nilai, ekonomi, ramah lingkungan, mempunyai reputasi internasional, dan memiliki persebaran luas," tandasnya.
Didik mengatakan ada beberapa pembicara yang kompeten dalam simposium, seperti GBray Paku Alam X akan membahas tentang dokumen sumber-sumber kreasi Batik Puro Pakualaman. Beberapa pembicara internasional juga akan membedah keunikan batik Yogyakarta.
Tema besar perhelatan ini 'tradition for inovation'. Para peserta dari luar negeri juga akan diajak mengunjungi makam raja-raja di Imogiri, Bantul dengan mengenakan baju peranakan lengkap dengan bawahan batik tanpa alas kaki. (Prabowo)
(Silvia Junaidi)