KOPI tanpa kafein atau decaf coffee menjadi kontrovesi sekaligus solusi. Kopi rendah kafein ini semakin banyak diproduksi karena jumlah peminatnya juga semakin meningkat. Banyak teknik dan proses yang dilakukan untuk membuat kopi decaf.
Kopi tanpa kafein pertama kali dibuat oleh Ludwig Roselius, seorang penjual kopi di Jerman, pada 1905. Kopi ini ia dapatkan setelah biji kopi pesanannya terkena dampak badai di laut saat proses pengiriman. Kemudian Roselius bereksperimen dengan kopi yang terendam air laut. Kandungan kafein pada kopi berkurang, mulai dari sinilah kopi decaf terbentuk dan terus dikembangkan serta diproduksi secara massal.
Dilansir dari StreetDirectory, Kamis (8/9/2016), berikut beberapa teknik proses pengolahan kopi decaf. Saat ini ada tiga metode yang umum digunakan untuk menghilangkan kandungan kafein pada biji kopi.
Teknik Eropa atau Tradisional
Teknik ini mengolah biji kopi mentah dengan cara dikukus lalu hasil kukusan direndam dalam air selama 10 jam. Proses perendaman ini dicampur dengan larutan klorida metilen yang berfungsi menyerap kafein dalam biji kopi. Kemudian untuk menghilangkan kandungan zat kimia ini, biji kopi dikukus kembali. Selanjutnya kopi bisa dipanggang sebelum akhirnya digiling dan diseduh.