Keunggulan Spa Indonesia Dibanding Negara Lain

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Minggu 07 Agustus 2016 16:06 WIB
Spa Indonesia memiliki kekhasan tersendiri (Foto: Shutterstock)
Share :

BERBAGAI daerah di Indonesia mempunyai banyak keunggulan di bidang pariwisata. Salah satu daya tarik bagi wisatawan adalah spa. Karena itu, Kementerian Pariwisata tengah menggenjot jumlah spa untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Tak hanya destinasi, spa kini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Peranan ini penting memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

"Ini satu momentum yang bagus, paling tidak akan mengetahui jenis–jenis spa. Tekniknya kan lain–lain. Madura, Betawi dan lainnya. Ramuan yang digunakan juga berbeda–beda,” kata Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisara Watie Moerany, di Depok, Jawa Barat, baru–baru ini.

Watie menambahkan, kekayaan alam Indonesia baik dimanfaatkan oleh pengelola spa profesional. Ada 600 ribu outlet spa tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami targetkan tahun 2019 ada 900 ribu outlet spa. Sebanyak 80 persen di Jakarta dan Bali. Spa Indonesia berbeda dengan spa lain karena bersumber dari tanaman khas Nusantara, serta teknik memijat yang turun-menurun,” jelasnya.

Menurutnya, spa Indonesia dapat sejajar dengan level dunia dengan kelebihan teknik memijat yang berbeda antara kota satu dan lainnya. Spa Indonesia beragam dari 452 etnis. Industri spa di Indonesia juga menjadi tercepat ketiga di Asia. Salah satu perkembangan industri spa ditampilkan dalam Beauty Professional 2016 di JCC Senayan, Jakarta, mulai 6–8 Agustus 2016.

“Madura itu beda. Yang namanya jamu ada beberapa diminum dan dipijat. Khusus tak hanya kesehatan, tapi juga kecantikan. Wanita Madura tidak boleh mengembang, harus langsing terus. Kalau Betawi juga ada, Minang, Sunda, Batak, Minahasa, Bali, Bugis, Ambon, lalu Papua. Keanekaragaman budaya dan tanaman yang tumbuh di Indonesia ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang tahun lalu hanya 12 juta turis,” tutup Watie.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya