BATIK telah mendunia sebagai warisan budaya Indonesia. Tak sampai di situ, eksistensinya juga perlu dijaga agar tetap dikenal hingga ke generasi anak cucu.
Tak heran kini mulai bermunculan brand lokal baru yang fokus memperkaya keragaman industri fashion Tanah Air. Salah satunya adalah Ambah Batik.
Ambah, diambil dari bahasa Jawa kuno 'amba' yang berarti menulis, dan penambahan huruf 'H' berarti hidup. Serta logo menyerupai buah pucuk rebung yang melahirkan makna kisah kehidupan bermanfaat bagi banyak orang.
Melalui makna tersebut lahir sebuah konsep socialpreneur 50 to 50 merawat tradisi membagi hati. Di mana bisnis bukan hanya sekadar meraih keuntungan namun juga berkontribusi konkret terhadap lingkungan masyarakat.
"Jadi, keuntungan 50 persen akan didonasikan dalam kegiatan filantropi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui sarana edukasi kepada anak-anak SMK (sekolah menengah kejuruan) agar mereka mempunyai kesempatan untuk bisa mandiri dan mencintai batik sebagai warisan budaya Indonesia," tutur founder dan CEO PT Ambah Karya Kreativitas, Dina Rimandra Handayani, dalam jumpa pers, di The Dharmawangsa Hotel, Kamis, 4 Agustus 2016.
Ambah Batik mengangkat satu motif batik sebagai signature rancangan busananya, yakni Pucuk Rebung. Motif melayu yang sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini memiliki nilai yang filosofis.
"Biasanya motif Pucuk Rebung pada kain itu ditumpal atau terletak di bagian ujung-ujungnya. Padahal, arti filosofinya menarik, yaitu memberikan manfaat kepada orang banyak. Kemudian, motifnya juga unik dan ini kami jadikan sebagai signature," terang Dina yang ditemui Okezone seusai acara.
Keistimewaan motif Pucuk Rebung pun ditampilkan melalui sebuah peragaan busana. Sejumlah 48 outfit busana oria dan wanita dihadirkan dalam empat sekuen, mulai dari gaya kasual, semi formal, formal, hingga semi couture.
Sekuen pertama diawali dengan deretan busana ready to wear dengan dominasi warna palet merah, hitam, dan gold. Koleksi ini hadir dengan gaya modern sekaligus elegan melalui potongan jumpsuit, wrapped dress, cape, blazer dan celana, dan sheath dress.
Kemudian, koleksi nuansa biru yang dikombinasi material transpatan dan potongan yang lebih berani. Siluet yang memeluk tubuh, mini dress, cropped top, hingga gaun dengan belahan tinggi. Sementara, busana pria hadir dengan tampilan lebih kasual melalui padanan celana bermuda, kemeja, dan jas batik.
Sekuen ketiga menampilkan busana formal, misterius nan glamor lewat kombinasi palet hitam dan emas. Nuansa glamor kental ditonjolkan dengan penambahan material lace dan payet membentuk motif batik.
Terakhir, sembilan set busana glamor nan megah, seperti ball gown, jumpsuit, mini dress, hingga sheath dress dengan coat dan train panjang. Semua koleksi menggunakan batik tulis sutera baron, thai silk, katun, batik cap, dan kombinasi tulis katun.
Dalam proses pengerjaannya, Ambah Batik dibantu oleh anak-anak SMK binaan Galeri Batik Kudus, batik Pekalongan, dan batik Kudus. Sekitar 20 persen koleksi ready to wear dikerjakan oleh siswa-siswi murid SMK Bogor untuk membatik, menjahit, dan finishing.
"Harapan kami agar dapat menciptakan produk batik hasil karya siswa-siswi SMK yang berkualitas, memiliki ciri khas, kreatif, dan inovatif serta memperkaya seni budaya," tutup Dina.