Penelitian melibatkan 262 pasien dengan low back pain sebagai sampel yang diberikan terapi pijat selama 10 minggu. Hasilnya 74% pasien mengatakan bahwa pijat sangat membantu dalam mengatasi nyeri sendi yang mereka alami. Penelitian lain juga menyatakan bahwa pijat refleksi mampu menghilangkan nyeri sendi pada artritis.
Percobaan yang dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit SLE atau autoimun yang menyerang sendi didapat hasil bahwa pijat berguna untuk mengurangi nyeri dan juga turut memperbaiki kualitas tidur sehingga tercipta peningkatan kualitas hidup secar menyeluruh. VAS score atau skala nyeri dinyatakan berkurang nilainya setelah dilakukan pijatan pada pasien yang mengalami penyakit SLE.
Namun demikian beberapa peneliti melaporkan bahwa pijat dapat menimbulkan masalah, seperti kerusakan saraf. Hal ini bisa disebabkan karena pijat tidak dilakukan oleh orang yang terlatih, sehingga tekanan yang diberikan tidak sesuai.
Sebenarnya pijat merupakan tindakan yang aman apabila dilakukan oleh mereka yang sudah terlatih. Namun pijat tidak boleh dilakukan apabila Anda memiliki penyakit Deep Vein Thrombosis (DVT), luka bakar, infeksi kulit, alergi kulit, luka terbuka, patah tulang, dan osteoporosis.
(Fahmi Abidin Achmad)