Di Bandung, setiap pedagang tahu bulat yang berasal dari Ciamis berpencar ke beberapa tempat di antaranya seperti sekitar jalan Diponegoro, Dipatiukur, Cilaki, Alun-alun Bandung, Gedebage, dan Panyileukan. Sementara penjual tahu bulat dari Kawali Ciamis Utara beredar di sekitar Bandung Timur.
Bahan mentah tahu bulat mereka dapatkan dari dari Ciamis dengan jumlah 3 ribu hingga 4 ribu tahu bulat dalam sekali pengriman melalui jalur darat dan langsung diantar ke tempat kediaman penjual.
Para penjual menyatakan, semua modal usaha berasal dari juragan tahu bulat mulai dari mobil, bahan mentah, tenda mobil, dan gas elpiji.
Menurut Ojos, menjual tahu bulat merupakan pekerjaan yang enak dan tidak melelahkan dibanding bekerja kantoran lantaran penjual hanya mengendarai mobilnya di tempat yang telah dibagikan lalu duduk di sana sampai tahu bulatnya habis terjual.
Penjual biasa berdagang mulai pukul 9 pagi hingga 21 malam. Bahan tahu bulat berasal dari tahu putih halus, kuning telur , baking powder double acting, kaldu bubuk, dan minyak goreng.