MESKI tidak dikenal sebagai negara penghasil wine. Namun Indonesia punya produksi wine sendiri dan sudah cukup lama berdiri.
Salah satunya adalah Hatten Wines yang sudah mulai produksi wine sejak 1994. Produsen wine ini menggunakan 100 persen anggur yang ditanam pada lahan seluas 34,5 hektar di tanah Bali.
"Negaranya (Indonesia-Red) bukan penghasil wine. Tapi kami menggunakan anggur yang tumbuh di negara beriklim tropis sehingga rasanya unik," jelas Didi, Sales Marketing Hatten Wines kepada Okezone di Wine & Cheese Expo, JFFF2016, La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, belum lama ini.
Ada tiga jenis wine yang ditampilkan dalam pameran tersebut. Seperti halnya red wine, white wine dan sparkling wine yang unik dan punya daya tarik tersendiri.
Jenis anggurnya pun terbuat dari anggur Probolinggo Biru, anggur Belgia, hingga Alphonse Lavalle. Jenis anggur tersebut punya cita rasa khas ketika tumbuh pada kondisi geografis Bali.
Perlu diketahui, jenis anggur bukanlah faktor utama yang membuat cita rasa wine jadi khas.
Namun masih ada sejumlah faktor lain yang membuat anggur dan hasil wine punya rasa unik. Misalnya lokasi anggur ditanam, cuaca, angin, kondisi tanah dan masih banyak lagi.
Karena itu, wine asal Indonesia punya taste yang unik dan berbeda dengan wine dari negara lain.
"Yang bikin spesial itu wine dibuat dengan anggur yang tidak dikhususkan untuk dibuat wine, melainkan anggur yang memang untuk dikonsumsi. Jadi rasanya unik dan rata-rata punya taste lebih light," tandasnya.