Pesona Asri Air Terjun Dung Grujug Kian Populer

Agregasi Solopos, Jurnalis
Kamis 19 Mei 2016 10:35 WIB
Air terjun dung krujug di Sragen (foto: solopos)
Share :

SRAGEN – Suara gemericik air santer terdengar dari kejauhan saat solopos.com berjalan kaki dari parkiran objek wisata air terjun Dung Grujug Miri, Sragen, beberapa waktu lalu.

Destinasi tersebut baru-baru ini populer di Instagram. Keindahannya tersebar di media sosial setelah beberapa orang berkunjung dan mengunggah fotonya di Internet.

Dung Grujug terletak di Dusun Pungkruk, Desa Doyong, Kecamatan Miri. Objek wisata alam ini sebenarnya telah lama ada, namun tak banyak orang tahu. Hanya, penduduk desa setempat dan sekitar yang kerap menjadikannya sebagai lokasi memancing. Air terjun ini berada di Kali Pungkruk, terusan Sungai Kedung Kancil, yang muaranya di Waduk Kedung Ombo.

Beruntung, saat saya berkunjung, air terjun Dung Grujug cukup berlimpah. Menurut informasi, debit air perlahan mengecil ketika memasuki musim kemarau. Kendati demikian, kondisi itu tetap jauh berbeda dibanding musim penghujan. Pada musim penghujan, aliran Kali Pungkruk mengalir deras sehingga tidak memungkinkan pengunjung menyeberang dari sisi barat ke sisi timur, maupun sebaliknya.

Pekan lalu aliran air yang cukup tenang, membuat solopos.com bisa melintasi sungai. Kesempatan itu solopos.com manfaatkan untuk mengeksplorasi seluruh bagian air terjun dari sisi barat dan sisi timur. Memang ketinggian yang hanya sekira tiga meter itu, tak membuat Dung Grujug tampak istimewa. Tetapi, bebatuan kapur kokoh yang membingkai derasnya air terjun ini terasa berbeda dibanding pesona air terjun lain.

Bebatuan indah itu membentuk motif garis mendatar seolah saling menumpuk satu sama lain. Motif garis-garis itu konon terbentuk karena adanya gerusan air terus menerus selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Siswa-siswi SMK Sakti Gemolong yang sedang mengambil video berlatar belakang air terjun dan sejumlah pemuda penghobi olahraga memancing. Mereka tampak asyik dengan kegiatannya masing-masing.

“Saya dan teman-teman sedang membuat video tentang Kerajaan Singosari. Latar belakangnya ada beberapa, salah satunya Dung Grujug. Lokasinya bagus dan hanya bayar tiket parkir Rp2.000 sudah bisa sepuasnya,” terang Angelina Khusnul Khotimah, 16, siswa SMK Sakti Gemolong kepada solopos.com, pekan lalu.

Pendapat serupa disampaikan Erthon Megantara, 20, pemuda asal Gemolong. Hampir setiap pekan sekali, ia berkunjung untuk sekadar memancing sambil refreshing di Dung Grujug.

“Setiap pulang kuliah, kalau masih ada waktu saya berkunjung ke Dung Grujug. Biasanya Sabtu dan Minggu, dari siang sampai sebelum Maghrib. Ikannya banyak, ada lele, mujair, dan lain sebagainya,” kata dia.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya