Semua makanan yang diinjeksi secara paksa dapat mengendap dan disimpan menjadi lemak di hati angsa. Cara seperti ini bisa membuat ukuran angsa 10 kali jauh lebih besar dari ukuran normal.
Sementara itu, pemberian pakan berlebih ini menyebabkan perubahan kimia dalam hati angsa karena menyimpan sel-sel lemak. Hal inilah yang membuat hati angsa rasanya sungguh lezat dan gurih alami.
Para pencinta binatang mengklaim bahwa ini adalah cara kejam. Dengan kondisi seperti ini, angsa jadi sulit berjalan, mereka tidak bisa makan dengan bebas dan mengalami radang esofagus atau kerusakan jalur antara tenggorokan dan perut.
Saking begitu kontroversial, foie gras dilarang produksi dan penyebarannya di sejumlah negara di Eropa, seperti Turki, Jerman, Italia dan Norwegia. Kemudian dilarang produksinya di Argentina dan Australia. Bahkan di Inggris, sajian ini sudah jadi barang ilegal, bila benar-benar tersaji secara gamblang. Demikian sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (15/2/2016).
(Santi Andriani)