FOIE gras selalu jadi hidangan yang penuh kontroversi. Belakangan ini, sebuah restoran bernama Norfolk di Inggris menuai ribuan kritik usai menempatkan foie gras sebagai menu Valentine.
Mark Dixon, koki restoran ini mengatakan, dalam waktu beberapa jam sejak dia mengunggah menu Valentine di Facebook. Pria ini diserang email, sms, telepon tipuan, termasuk di dalamnya adalah sekira 200 ancaman pembunuhan.
Hal itu merupakan kali pertama sebuah restoran di Inggris mendapat hujatan terparah dari netizen. Rupanya hal tersebut merujuk pada hidangan foie gras yang begitu kontroversial.
Seperti diketahui, foie gras merupakan makanan mewah yang terbuat dari hati angsa. Secara tradisional, hidangan ini sudah menjadi makanan mewah selama ribuan tahun di Prancis dan negara sekitarnya.
Kontroversi itu timbul dari cara tak lazim dalam mengembangbiakkan angsa khusus foie gras. Biasanya angsa diberi pakan jagung dengan selang makanan secara paksa. Cara ini dikenal sebagai gavage.
Semua makanan yang diinjeksi secara paksa dapat mengendap dan disimpan menjadi lemak di hati angsa. Cara seperti ini bisa membuat ukuran angsa 10 kali jauh lebih besar dari ukuran normal.
Sementara itu, pemberian pakan berlebih ini menyebabkan perubahan kimia dalam hati angsa karena menyimpan sel-sel lemak. Hal inilah yang membuat hati angsa rasanya sungguh lezat dan gurih alami.
Para pencinta binatang mengklaim bahwa ini adalah cara kejam. Dengan kondisi seperti ini, angsa jadi sulit berjalan, mereka tidak bisa makan dengan bebas dan mengalami radang esofagus atau kerusakan jalur antara tenggorokan dan perut.
Saking begitu kontroversial, foie gras dilarang produksi dan penyebarannya di sejumlah negara di Eropa, seperti Turki, Jerman, Italia dan Norwegia. Kemudian dilarang produksinya di Argentina dan Australia. Bahkan di Inggris, sajian ini sudah jadi barang ilegal, bila benar-benar tersaji secara gamblang. Demikian sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (15/2/2016).
(Santi Andriani)