SAAT ini, peralatan masak lebih berkembang. Banyak tersedia alat masak dari plastik dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik.
Namun tak bisa dipungkiri, alat masak tradisional dari kayu juga demikian. Selalu jadi pilihan banyak orang, lantaran penggunaannya sudah dikenal sejak dulu.
Dari keduanya, manakah yang lebih baik? Berikut penuturan Valda, jebolan MasterChef Indonesia (MCI) Season 4 mengenai kedua bahan baku alat masak tersebut.
"Menurut saya bagusan yang kayu. Karena dia tahan lama dan bebas dari bahan-bahan kimia," jelas Valda kepada Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta.
Pria yang akrab disapa 'Mister Topi' ini menambahkan, meski alat masak dari plastik sudah didesain dengan bahan pembuatan yang food grade. Namun tetap saja, bahan plastik adalah bahan kimia.
Khawatir bila alat masak dari plastik terkena panas akan meleleh dan bercampur dengan makanan yang diolah. Karena itu, dia lebih memilih alat masak dari kayu.
"Kalau dari kayu dia lebih alami dan tidak berbahaya. Tapi alat masak dari kayu juga harus dirawat dengan benar. Karena dia dari kayu dan rentan menyerap bahan masakan, kalau tidak dibersihkan dengan benar nanti sisa makanannya bisa terserap," pungkasnya.