CAMILAN kentang, terutama dalam bentuk keripik, memang favorit siapa saja, namun ini bisa berisiko bagi ibu hamil. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi banyak kentang dapat meningkatkan risiko diabetes selama kehamilan.
Kentang yang dikonsumsi secara besar-besaran di seluruh dunia, mengandung nutrisi penting, termasuk vitamin C dan kalium. Tapi dibandingkan dengan sayuran dan karbohidrat lainnya, kentang juga mengandung pati tambahan, yang dapat lebih cepat meningkatan kadar gula darah.
Secara umum, seperti dilansir dari Zeenews, Sabtu (16/1/2016), diabetes terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu membuat cukup insulin, hormon yang mendorong sel-sel dalam tubuh untuk menyerap gula dari darah untuk energi langsung dan energi cadangan.
Untuk meneliti konsumsi kentang dengan diabetes, Zhang Cuilin dari National Institutes of Health di Rockville, Maryland, menggunakan data dari Nurses` Health Study II, yang telah memantau lebih dari 115.000 wanita sejak 1989.
Sejumlah 15.632 wanita yang tidak memiliki riwayat diabetes gestasional atau penyakit kronis hamil antara tahun 1991 dan 2001. Dari 21.693 kehamilan, 854 wanita atau sekira empat persennya mengembangkan diabetes gestational, tulis penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal.
Para wanita diminta untuk melaporkan konsumsi kentang mereka selama tahun sebelumnya sampai saat mereka hamil. Peringkat mulai dari "tidak pernah” atau “kurang dari sekali dalam sebulan" sampai "enam porsi per hari".
Data ini cocok dengan catatan medis yang menunjukkan apakah mereka pernah alami diabetes gestational. Setelah mengambil faktor-faktor lain seperti usia dan sejarah diabetes di keluarga, studi ini menemukan hubungan yang kuat dengan konsumsi kentang, terutama yang digoreng dan dipanggang.
"Konsumsi kentang yang tinggi secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestational," para peneliti menyimpulkan. Makan sayur dan kacang-kacanganpun direkomendasikan peneliti. Juga dengan mengganti dua porsi kentang seminggu dengan sayuran lain atau makanan gandum menurunkan 10 persen risiko diabetes.
(Helmi Ade Saputra)