HARI ibu menjadi momen anak untuk memberikan hal spesial pada ibu. Ibu tidak hanya menjadi sosok orangtua yang mengasuh anak saja. Namun, ibu adalah sosok panutan di mana seorang anak bisa sukses ditangannya.
Tepat pada 22 Desember 2015 ini, peringatan Hari Ibu menjadi momen setiap anak untuk memberikan hal yang paling spesial. begitu pula yang dirasakan oleh desainer ternama Tanah Air, Anne Avantie.
Melalui bait-bait puisi, Anne Avantie mencurahkan isi hati tentang Ibu. Sebagai anak dan juga sebagai seorang ibu. Berikut kutipan puisi Anne Avantie yang diterima oleh Okezone.
Selamat Hari Ibu ..
Kadang tak selalu dalam senyum.. Kadang berurai air mata. Dirudung sakit hati terbalut kekecewaan yang mendalam. Tapi, hati IBU yang kadang bagai tersayat sembilu terhimpit rasa.. Tak pernah lelah apalagi menyerah ...
Kadang...janin yang dikandung menjadi bayi yang lahir sampai anak yang berjalan tertatih-tatih masih hangat dalam ingatan, tapi tak jarang.. Setelah anak-anak bisa berlari.. Mereka lupakan Ibundanya yang terbalik, 'tertatih' karena uzur dimakan waktu & usia.
Kata mereka "Aku ingin mandiri.. Dan berlari." Lupakan masa kecil yang terjatuh karena berlari dan ada Ibu yg selalu menjagai dari belakang.. Bergelayut selendang gendong di bahu.
Pada saat di ufuk timur.. Anak menjadi "pelupa" dan justru Ibu yang terus "mengingat-ingat" album kenangan masa lalu.
Semakin dibuka halamannya, semakin terasa sakit karena ada geseran hati yang tergesek rasa penuh tanya tentang harapan yang tak terpenuhi. Segera hapus air mata. Karena yang terpikir adalah doa. Segera ingat hal-hal baik yang "menyenangkan."
Kucuran keringat.. Telapak kaki yang melepuh.. Harga diri yang terinjak...sesak dada karena hati yang tersumbat.. Tidak menjadikan hati seorang Ibu digerogoti kebencian tapi justru menguatkan jangkar cinta lebih dalam.
Hari ini Hari Ibu. Baik kita sendiri sebagai Ibu atau kita yang memiliki Ibu. Jangan biarkan Air mata terus mengalir karena sesal. Tapi, berbahagialah dilahirkan sebagai perempuan dan "dipercaya" menjadi Ibu.
Jangan "kesal" pada anak kita.. Jangan "lupakan bhakti" pada Ibu kita. Jangan tumpahkan Air mata Ibu karena itu adalah usia. Dan jangan "menghujat" karena setiap yang keluar dari bibir seorang Ibu adalah Doa. Jalan hidup kita sebagai Ibu adalah "teka teki yang tak pernah ada jawabannya". Kita bisa "gagal" jadi Istri tapi jangan pernah gagal jadi seorang Ibu.
Selamat Hari Ibu - wanita hebat berjiwa militan - pahlawan tanpa tanda jasa.
(Vien Dimyati)