DENGAN jumlah penduduk Indonesia yang banyak dan luasnya wilayah Indonesia, kualitas dan kesiapan dokter untuk bisa melayani seluruh masyarakat menjadi tantangan. Terlebih di era JKN sekarang ini, dokter dituntut untuk bisa melayani masyarakat di tingkat primer.
Hal ini membuat beberapa pihak pemerintah hingga akademisi setuju untuk meningkatkan kualitas lulusan sarjana kedokteran dengan pendidikan layanan primer. Namun, usaha tersebut tidak diharapkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bila pendidikan kedokteran di awal masih kurang kualitasnya.
“Usaha untuk memberikan pendidikan layanan primer itu ada, tapi pendidikan kedokteran yang ada masih kacau,” ujar dr Zaenal Abidin, M.HKes kepada Okezone saat diwawancara secara eksklusif di Kantor Pengurus Besar IDI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia gambarkan, mustinya pendidikan dokter selama beberapa tahun bisa memenuhi kompetensi lulusannya, ditambah dengan magang satu tahun setelahnya. Namun, faktanya banyak juga perguruan kedokteran yang tidak bisa memenuhi.