Selain itu, untuk mendekatkan anak didiknya kepada adat dan budaya Yogyakarta ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung.
Misalnya latihan tari klasik, kerawitan, geguritan, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan budaya Jawa termasuk mengenakan busana Jawa pada setiap hari Kamis Pahing terus dipertahankan.
Bambang menambahkan, bahkan ada siswa dari sekolahnya telah menjadi Dalang wayang kulit. Karena Kota Yogyakarta menyandang predikat kota pendidikan dan kota budaya, maka diharapkan budaya itu harus diajarkan dengan baik kepada para siswa.
''Kota Yogyakarta merupakan kota pendidikan, kota budaya. Kalau budayanya tidak ditanamkan pada pelajar, ya generasinya tidak akan berkelanjutan dengan baik,'' katanya.
Penanaman rasa cinta akan budaya (Jawa) kepada anak, kata dia, apat juga melalui kebiasaan kepada anak-anak. Seperti kebiasaan berpakaian (Jawa) pada Kamis Pahing. "Lambat laun anak-akan tahu, blankon, ini jarik, ini sorjan dan lainnya,'' pungkasnya.
(Johan Sompotan)